<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219</id><updated>2009-07-27T10:57:42.418+07:00</updated><title type='text'>obrolansenja</title><subtitle type='html'>Mengobrol di teras rumah dengan sepotong roti dan secangkir kopi di kala senja</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3557474114273685595</id><published>2007-11-12T19:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T19:26:41.765+07:00</updated><title type='text'>Boyongan</title><content type='html'>Akhirnya aku memutuskan untuk boyongan ke rumah baru. Kupikir, ruangannya lebih luas. Tetangganya juga lebih banyak. Jadi kalau aku mau mengobrol, aku melongokkan kepala lewat jendela di teras depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga. Rumah baru itu berada di permukiman yang sudah terlanjur padat. Konon ada ribuan penghuni baru setiap harinya. Tapi entahlah, tentu tidak semuanya aktif bercerita. Kalau pun iya, waduh... betapa hiruk pikuknya permukiman baruku itu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru hiruk pikuk itu yang menggodaku untuk boyongan. Dua temanku yang rajin ngeblog sudah duluan di situ. Dan kupikir menarik juga untuk mengikuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampirlah ke rumah baruku di &lt;a href="http://www.obrolansenja.wordpress.com/"&gt;http://www.obrolansenja.wordpress.com/&lt;/a&gt;. Seperti biasa, kamu akan kuajak mengobrol di teras rumahku. Kita mengobrol mengobral cerita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3557474114273685595?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3557474114273685595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3557474114273685595' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3557474114273685595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3557474114273685595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/11/boyongan.html' title='Boyongan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-1958015150670250302</id><published>2007-10-20T07:11:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T08:22:11.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Kartu Mang Ocoy</title><content type='html'>Aku bertemu dengannya di sepenggal ruas jalan Asia Afrika. Mang Ocoy, demikian ia memperkenalkan dirinya meski ia sebenarnya bernama Asep. Ah, ya kupikir ia memang lebih suka dipanggil Mang Ocoy karena sudah terlalu banyak Asep di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, aku heran mengapa ia menyebut dirinya mang. Kupikir, sebutan itu hanya cocok untuk lelaki setengah baya. Kemeja kotak-kotak warna krem lengan panjang yang digulung selengan dan celana warna senada membuatnya tak cocok dipanggil mang. Sepatunya pun boot semata kaki, mirip seperti punya seorang teman yang gemar naik gunung. Ia memakai topi ala pak Tino Sidin yang membuatnya makin tampak seperti pelukis jalanan. Kutaksir usianya baru sekitar 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku salah. Makin lama aku mengobrol dengannya kerut merut di wajahnya pun ikut bicara. Pun makin jelas pula tanda-tanda penuaan yang mampir di kepalanya itu. Di balik topi baretnya, rambutnya yang ikal sudah beruban. Ya, dia sudah pantas disebut mang. Anaknya pun sudah dua, si sulung pun sudah menginjak remaja. Ia pun mengaku sudah berusia 50-an tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya tampak seperti seniman, Mang Ocoy memang seniman. Di depan sebuah toko, ia menggantung beberapa lukisan dan sketsa. Macam-macam lukisannya, mulai dari lukisan pemandangan gunung, sawah, laut, pohon kelapa lengkap dengan gubug bambu dan matahari, hingga lukisan wajah artis kesohor seperti Nike Ardila. Selain itu, ia juga membuat kartu ucapan segala macam: Lebaran, ulang tahun, atau cinta. Tinggal bilang apa yang diingini. Namun, bila pemesan tak punya kata ucapan, ia punya setumpuk contoh. Seluruhnya menggunakan kata-kata bersayap berbunga-bunga. Ia akan mengukir kata-kata itu di atas selembar kertas foto. Dengan tangan terampilnya, kertas foto itu diubah menjadi kartu ucapan lengkap dengan hiasan pemandangan yang lagi-lagi ada gunung, pohon kelapa, gubug, dan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, tanpa terduga, aku mendapatkan satu darinya. Bersampul putih dan tertempel perangko di sudutnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Majulah kedepan.. capailah bintang sejatimu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Raihlah semua cita dan citra&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku yang jauh kan ikut mendo'akan agar&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kamu sukses, bahagia, dan tidakkan melupakanku, ok!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat Idul Fitri 1428 H&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mohon Maaf lahir dan bathin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ya, Mang, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-1958015150670250302?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/1958015150670250302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=1958015150670250302' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1958015150670250302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1958015150670250302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/10/kartu-mang-ocoy.html' title='Kartu Mang Ocoy'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-7698239121127754537</id><published>2007-10-08T20:19:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T20:46:43.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Obrolan Sore</title><content type='html'>&lt;em&gt;BUZZ&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu muncul tanpa suara di &lt;em&gt;chat room&lt;/em&gt;-ku. Ah, rupanya seorang teman lama yang memang sudah kutunggu selama 30 menit di sore hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lalu, dua pesan singkat yang dikirim dua teman lama mampir ke hapeku. Isinya sama, mengajak bertemu di &lt;em&gt;chat room&lt;/em&gt; tepat pukul 5 sore. Sementara mereka berdua juga mengusahakan bikin pertemuan dengan belasan teman yang laen di markas grafis milik &lt;a href="http://negerikatakata.blogspot.com/"&gt;Aleks&lt;/a&gt; di bilangan Ponggalan. Sore ini mereka berbuka puasa bersama, sebuah tradisi yang selalu kami genggam dalam delapan tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitunganku, inilah kali pertama kami menyengajakan bertemu sejak aku lulus kuliah tiga tahun lalu. Meski pertemuanku ini hanya di sebuah &lt;em&gt;chat room&lt;/em&gt;, tapi cukuplah buatku untuk mengudap masa lalu. Mendadak sore ini rasanya seperti delapan tahun lalu ketika kami masih sering memenuhi plaza kampus dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, kami masih sama seperti yang dulu. Gemar mengumbar canda dan masih saja suka bercerita. Meski cerita kami bersahaja tapi pertemanan kami hangat adanya. Dulu, kami memang suka bermain bersama. Tidak hanya di pelataran kampus. Yogya mutlak menjadi milik kami, tempat berbagi senja di Ngrenehan, atau pagi di kaki Merapi, atau juga siang di Kali Kuning. Kami pun sempat merasai lekukan Wonogiri dan Temanggung yang bergunung-gunung. Sempat juga merasai dinginnya hembusan angin gunung di Tawang Mangu. Ya, pertemanan ini sungguh penuh warna seperti yang sempat terekam dalam jepretan kamera &lt;a href="http://flickr.com/photos/mashroel"&gt;Masroel&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu seperti mampir kembali sore ini di layar komputerku. Meski tawa dan senyum digantikan oleh si smiley emoticon tak mengapa. Sore ini tetaplah menjadi milik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari teman, kita &lt;a href="http://sosiologidolan99.wordpress.com/"&gt;bermain&lt;/a&gt; bersama lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-7698239121127754537?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/7698239121127754537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=7698239121127754537' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7698239121127754537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7698239121127754537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/10/obrolan-sore.html' title='Obrolan Sore'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5560879463968018831</id><published>2007-09-27T19:58:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T21:34:01.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Matahari Pakai Payung … Mau Shoping, nih?</title><content type='html'>Belum genap jam 11 ketika kami di dalam ruangan ber AC dikejutkan oleh teriakan Yenti, “Lihat-lihat matahari, bagus banget deh!” sambil berlari-lari menuju jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak yang lain mengikuti. Benar saja. Dari jendela mati di dinding itu terlihat matahari siang itu tidak biasa. &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0709/27/144730.htm"&gt;Ada cincin pelangi di sekelilingnya&lt;/a&gt;. Matahari jadi seperti bola api kecil di tengah lingkaran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan yang kegirangan dengan fenomena menakjubkan itu segera berlari ke lantai lima. Dari lantai puncak gedung jelas terlihat bagaimana cantiknya sang matahari yang terlihat sedang dipayungi bayangan gelap tepat di atas kepala kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sabar ingin berbagi cerita tentang pemandangan menakjubkan itu, aku pun mengirimkan pesan singkat ke beberapa teman salah satunya tentu ke pasangan duet mawutku: &lt;a href="http://www.leonanik.blogspot.com/"&gt;si tetangga kamar kos&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Niks, matahari bgs. Cepat2!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian muncul balasan yang tak kalah menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bgs-mksdmu bigsale?kpn gt?akhrny aq g kmana2 ndah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tobaaat.... Rupanya si tetangga kamar itu mengira topik siang itu adalah Matahari yang jualan segala macam barang. Ada yang &lt;em&gt;shoping minded&lt;/em&gt; ternyata!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5560879463968018831?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5560879463968018831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5560879463968018831' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5560879463968018831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5560879463968018831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/matahari-pakai-payung-mau-shoping-nih.html' title='Matahari Pakai Payung … Mau Shoping, nih?'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3633236338916632383</id><published>2007-09-26T20:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T15:09:24.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Cerita Angin</title><content type='html'>Semalam angin bercerita tentang sebuah negeri yang jauh. Negeri di ujung timur dengan hamparan laut biru kehijauan dan padang coklat kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau, mengapa lautnya begitu biru?” tanya angin. Senja yang duduk dihadapannya menggeleng. ”Karena itu adalah laut kesedihan yang menampung tangisan ribuan orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja terhenyak. Tak pernah ia tahu ada kesedihan yang dapat meluap sedemikian hebat dan terabadikan dalam lautan yang bertahan ribuan abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Penduduk negeri menangis ribuan tahun, hati mereka yang telah beku dan membiru larut terbawa hujan. Mengaliri lembah, memenuhi anak-anak sungai. Sampai di laut, larutan biru mengubah laut yang semula berwarna hijau rumput menjadi kebiruan.” tutur angin lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin berhembus pelan. Ia mengatur nafasnya sebelum memulai lagi ceritanya. ”Semua membiru, hanya padangnya yang tidak. Aku melihat semuanya senja, bagaimana hamparan padang itu memerah karena tergenang darah. Darah para pemberani yang terbuang dalam kesia-siaan. Sejak itu tak satu batang rumput pun dapat tumbuh. Tanahnya menjadi gersang berwarna coklat kemerahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak tidak, aku bahkan tak mau lagi ke sana. Dan tak ada yang mau. Aku hanya melihatnya lewat sebuah celah sempit. Kini ada tembok setinggi manusia berdiri yang memisahkan kematian dan kehidupan. Tak ada yang mau mengantarku masuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Negeri itu indah namun tak bertuan, senja. Hanya ada seorang guru yang kutemui pada sebuah kapal yang bergegas berlayar meninggalkan negeri itu. Darinya aku tahu, negeri itu sudah terlalu berdarah untuk dipertahankan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam angin bercerita tentang tragedi di sebuah negeri. Tragedi di Santa Cruz, Dili 12 November 1991.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3633236338916632383?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3633236338916632383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3633236338916632383' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3633236338916632383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3633236338916632383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/cerita-angin.html' title='Cerita Angin'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-9116903373073315140</id><published>2007-09-23T19:15:00.000+07:00</published><updated>2007-09-23T20:05:23.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Seminggu Meja Baru</title><content type='html'>Aku punya meja baru yang kubeli minggu lalu di Lapangan Gasibu. Meja itu terbuat dari kayu tak berplitur. Kaki-kakinya langsing kecil yang bisa dilipat ke badan meja persis seperti meja setrika. Sementara permukaan meja dibungkus kain warna hitam yang di atasnya terpampang gambar mobil BMW yang juga hitam. Seluruh permukaan meja itu dilapisi plastik bening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tumpukan meja model serupa di Lapangan Gasibu, meja itulah yang paling sempurna. Paling tidak, gambar BMW tertempel mulus, kaki mejanya tidak doyong ke kanan atau ke kiri, dan yang pasti permukaannya cukup lebar untuk menampung rentangan dua siku tanganku. Yak yak, meja seharga 25 ribu itu membuat niat belajarku berkobar-kobar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya belajar! Sudah hampir empat bulan ini aku ikut les bahasa Perancis kelas dasar banget. Dan selama itu pula aku menyalin catatan, membaca diktat, atau membuat flash card dengan menelungkupkan badanku di lantai. Jelas lah pegel. Posisi tulang punggung yang tidak semestinya bikin &lt;a href="http://obrolansenja.blogspot.com/2006/08/susu-hi-cal.html"&gt;punggungku nyeri&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeri punggung itu juga yang lantas membuatku berpikir betapa nyaman jika aku punya meja kecil nan praktis lagi ringan sebagai tempat menulis apapun. Bagaimana pun juga meja itu akan mendukung kebiasaanku menulis mulai dari hal penting seperti pembukuan pribadi yang selalu tekor hingga pembukuan harian celoteh yang isinya banyak gak penting. Dan bagai botol bertemu tutupnya, keinginanku pun membayang nyata ketika tetangga sebelah kamar membeli meja kecil nan praktis lagi ringan. Dia pula yang membawaku ke bapak penjual meja di Lapangan Gasibu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keinginan tak selalu seiring kenyataan. Sudah seminggu meja baru itu di kamarku, aku belum menggunakannya. Padahal, niatnya semula adalah "kalau punya meja kecil nan praktis lagi ringan, aku akan rajin belajar." Ternyata kok ya tidak ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-9116903373073315140?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/9116903373073315140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=9116903373073315140' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/9116903373073315140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/9116903373073315140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/seminggu-meja-baru.html' title='Seminggu Meja Baru'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3963619842916617905</id><published>2007-09-03T19:21:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T17:23:16.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Suatu Siang di Gedung Sialan</title><content type='html'>Memasuki pelataran parkir gedung di sudut Jalan Japati. Perasaanku sudah tidak tenang. Sepotong masa lalu sekilas lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku parkir motorku tepat di bawah pohon beringin rindang. Parkiran motor yang penuh itu membuat aku dan motorku harus berdesak-desakan. Tapi sesungguhnya emosiku yang saat itu terdesak. Segumpal memori melesak menggedor jantung dan paru-paruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus menghadapinya... Jantungku mendetakkan irama teratur: nal nal nal.. jangan emosional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjejakkan kaki di teras gedung. Pintu kaca yang diprogram otomatis sontak terbuka. Jantungku masih sama mendetakkan irama teratur: nal nal nal ... jadilah profesional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan wajahku memanas. Aku tahu tidak akan menemukan wajah lelaki itu di gedung itu. Tentu saja, karena tempatnya memang bukan di situ. Tapi gedung sialan itu mengingatkanku pada impian dan harapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kutemui siang tadi adalah seorang front officer merangkap operator telepon yang duduk dengan malas. Tanpa senyum dia menyapaku. Dari punggungnya yang selalu bersandar di kursi empuknya itu, dan kepala yang sedikit doyong dari badannya, aku tahu, dia malas menerimaku. Aku pun memasang tampang tak kalah malas. Tak ada basa-basi. Tak ada kata permisi. Aku ingin bergegas pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di parkiran aku cuma bisa mengutuki diriku. Baru beberapa bulan, dan rasa itu masihlah bercokol di dadaku. Hunjaman pisau itu terlalu dalam. Meski sudah tercabut, bekas pisau menanggalkan luka yang masih basah. Saat itu juga aku berdoa semoga luka itu tidak menjadi borok di tubuhku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sini kubantu keluarkan motor, kamu tampak bingung!" Lelaki yang sedari tadi ada di sampingku bersuara semilir angin. Dengan sigap, ia mengambil alih motorku, mengeluarkannya dari impitan motor-motor di parkiran gedung sialan itu. Tanpa sengaja dia menyentuh punggung tanganku dan seketika memori masa lalu buyar. Ah, dunia kiranya masih sudi berputar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3963619842916617905?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3963619842916617905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3963619842916617905' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3963619842916617905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3963619842916617905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/suatu-siang-di-gedung-sialan.html' title='Suatu Siang di Gedung Sialan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5707094534052170992</id><published>2007-08-31T19:30:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T21:20:23.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Ketempling</title><content type='html'>Di telingaku, kata &lt;em&gt;ketempling&lt;/em&gt; sungguh lucu. Otak jawaku akan segera mengaitkannya dengan sesuatu yang kecil dan tipis seperti uang logam yang kalau jatuh ke lantai keramik bunyinya berdenting. Mengingatkan suara lonceng kecil yang di gendang telinga Jawaku berbunyi &lt;em&gt;klining-klining&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan gemblong. Kata itu sungguh tidak terdengar merdu di telingaku. Kata itu berbunyi mirip gerbong, ompong, gembong, tong, dan apapun yang mengingatkanku pada sesuatu yang besar, kosong, suram dan sedikit ketidakberuntungan. Pendeknya membuat ulu hatiku mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya dua kata itu adalah sama. Ketempling atau gemblong adalah keripik khas asal Kuningan. Tentu saja aku memilih menggunakan kata ketempling ketimbang gemblong. Camilan ini terbuat dari singkong yang diparut dan dicetak bundar setipis uang logam. Sebelum digoreng, adonan ini dijemur dulu supaya kadar airnya hilang. Jadilah ketempling yang renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketempling pertamaku kutemui di sebuah festival makanan tradisional di Bandung. Waktu itu, ibu penjaga stand yang ramah memperkenalkan beberapa keping ketempling padaku, gratis! Ibu penjaga stand bilang kalau di tempat asalnya ketempling sering dijadikan teman makan bakso atau pengganti kerupuk ketika makan. Tapi ternyata aku tidak perlu bakso atau nasi rames. Satu keping ketempling kurasai enak. Dua keping tambah enak. Mau coba sekeping lagi malu. Makanya, keluar dari stand itu aku membungkus seperempat ons ketempling. Ludes kumakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketempling selanjutnya kudapat dari seorang teman yang berbaik hati membagi ketemplingnya. Katanya, ketempling itu stok wajib di rumahnya. Maklum keluarganya sepertinya juragan ketempling dan emping. Aku diberinya beberapa ons ketempling dengan oncom garing di atasnya. Serta beberap ons lainnya ketempling polos dengan titik-titik daun seledri di permukaannya. (Hmm, tentang seledri ini aku tidak yakin, hanya menduga saja). Dan seperti ketempling pertamaku, seplastik besar ludes kusikat hingga remah-remahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, niatanku untuk datang ke pabrik ketempling pupus. Seiring dengan dibatalkannya rencanaku untuk pergi ke daerah asal ketempling itu. Ya sudahlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5707094534052170992?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5707094534052170992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5707094534052170992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5707094534052170992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5707094534052170992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/ketempling.html' title='Ketempling'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3392028191643436239</id><published>2007-08-21T19:42:00.000+07:00</published><updated>2007-08-26T20:11:19.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Nasi Tangkar untuk Yang Lapar</title><content type='html'>Tidak ada yang menarik dari warung itu. Warung itu cuma terdiri dari gerobag besar di tambah tiga buah bangku panjang yang ditaruh tiga sisinya. Tidak ada dinding. Satu-satunya penyekat yang memberi efek ruang tertutup di warung itu hanya kain bekas spanduk berwarna seadanya, entah putih atau kuning. Kain itu berfungsi pula sebagai papan nama yang menawarkan menu andalan warung: Nasi Tangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, perut kami yang lapar setelah perjalanan melelahkan mengukur Jakarta raya seharian membawa kami ke warung nasi tangkar itu. Kami tahu tentang nasi itu dari seorang teman yang asal Karawang, tentu dengan cerita berbumbu: nasi itu sangat enak dengan kuah mirip gulai yang hangat rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, aku berharap berhenti di sebuah rumah makan layak. Ada wastafel buat mencuci tangan dengan sabun, dan ada toilet tempat aku membasuh muka yang lengket. Tapi jam sebelas malam di pusat kota Karawang, hanya tinggal jajaran warung gerobag di sekitar alun-alun yang bersetia menawarkan aneka makanan. Salah satunya ya, warung nasi tangkar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mana yang lebih dominan, rasa laparku atau kuah hangat berempah yang sedang kusantap. Potongan kikil bercampur lemak yang dimasak bersama ramuan kuah mirip gulai itu membuat lidah kami bergoyang-goyang. Disajikan hangat dalam mangkuk. Bersisian dengan sepiring nasi putih yang juga hangat bertabur bawang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini seperti gulai tapi lebih encer. Rasanya jadi lebih ringan!" kata satu temanku sambil menuang sambal dan acar sembari mengaduk-aduk mangkuknya. Ia bolak balik menyeruput kuah di sendoknya sedikit- sedikit sambil lidahnya mencecap-cecap. Ia terlihat sangat sibuk menemukan campuran pas untuk acar dan sambal di mangkuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak tidak seperti gulai. Kuah gulai terlalu berat di lidah. Ini lebih segar. Apalagi kalau dimakan dengan emping seperti ini." kata temanku satu lagi yang meski matanya sudah setengah terpejam karena lelah, mulutnya masih komat kamit mengomentari nasi tangkar pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara satu lagi, temanku yang asal Karawang terlihat adem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sepertiku yang cuma bisa bilang, "Hmm... enak juga!" Dan Nasi Tangkarku pun tandas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3392028191643436239?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3392028191643436239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3392028191643436239' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3392028191643436239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3392028191643436239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/nasi-tangkar-untuk-yang-lapar.html' title='Nasi Tangkar untuk Yang Lapar'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5636000668195803354</id><published>2007-08-17T19:39:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T19:49:13.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Cokelat itu Akan Kumakan Sedikit Demi Sedikit</title><content type='html'>Sebuah pertemuan kecil. Ibarat memakan sepotong cokelat, aku lebih suka menggigitnya sedikit demi sedikit. Kubiarkan cokelat itu meleleh dengan sendirinya hingga tinggal cacahan kacang almon dan raisin di lidah. Saat itulah aku mulai mengunyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telepon pada suatu sore seminggu lalu membawaku ke sebuah pertemuan kecil di Jalan Veteran. Pertemuan kecil sentimentil yang dipenuhi obrolan merayakan masa lalu. Pertemuan yang ternyata sudah direncanakan setahun lalu namun baru bisa dilakukan tahun ini. Syukurlah, rencana itu berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat perhatian kami malam itu ada pada Irul. Si abang satu ini pintar sekali menarik perhatian. Cara bertuturnya mirip seorang pengacara batak yang juga kesohor menjadi bintang sinteron: menggebu-gebu tanpa melewatkan setiap detil cerita. Potongan cerita pun sambung-menyambung keluar dari mulut kami. Dan, ingatan kami kembali pada masa 10 tahun silam. Tepat pada satu titik masa ketika cerita itu terangkai pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekotak roti rasa kayu manis, empat batang cokelat, dan tiga botol besar air mineral menemani kami. Terus saja kami mengobrol hingga salah seorang dari kami merasa lapar tepat jam tiga pagi. Kami pun bubar. Aku memilih bergelung dalam selimut dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, cokelat kami masih ada. Kami memakannya lagi keesokan harinya, di rumah seorang teman di bilangan Ciputat, bersama dengan beberapa kerat daging panggang. Cerita masih bergulir, tertiup angin semilir di bawah teduhan pepohonan jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Cokelat itu tak habis kami makan. Sekeping kubawa pulang. Aku akan memakannya sedikit demi sedikit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Life is like a box of chocolate, you never know what you're gonna get&lt;/em&gt; ... Bila dirasai, omongan ibunya Forrest Gump itu ada benarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5636000668195803354?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5636000668195803354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5636000668195803354' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5636000668195803354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5636000668195803354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/cokelat-itu-akan-kumakan-sedikit-demi.html' title='Cokelat itu Akan Kumakan Sedikit Demi Sedikit'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-6895948229520326921</id><published>2007-08-03T19:28:00.000+07:00</published><updated>2007-08-03T20:33:40.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Bilang, Kalau Jeruk Itu Menjadi Wortel!</title><content type='html'>Jam lima lewat beberapa menit ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari bulat berwarna oranye yang merayap turun. Matahari itu terlihat seperti buah jeruk segar yang bergelayut pada tangkai tak terlihat di rerimbunan awan berwarna putih sedikit kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat, matahari itu akan tertusuk antena menara!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke sini cepat, lihatlah Sang Juru Taman sedang beraksi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, matahari itu akan tergelincir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Teman-temanku ribut. Mereka berkerumun di ambang jendela dengan kepala terjulur keluar. Tak mau ketinggalan setiap detik gerak tarian sang maha senja itu. Mereka pun sibuk, berharap bisa mengawetkan matahari sore itu dalam celah kamera. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mendekati setengah enam ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari yang tergelincir kini benar-benar tersangkut di atap gedung. Tubuhnya yang sedikit tergores menara kini tidak lagi bulat jeruk. Langit pun meredup, tak lagi mengilat seperti rupa seng baru di toko besi. Menara, gedung, pohon, kini menjadi bayangan gelap berbentuk mulut menganga yang siap menelan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temanku pun bertambah ribut, seolah mereka belum pernah melihat itu sebelumnya. Padahal, sudah beberapa hari ini mereka sudah meributkan matahari sore di ujung sana. Matahari yang sama, yang selalu tertusuk di menara yang sama, dan kemudian tertelan mulut hitam raksasa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, beritahu aku bila jeruk besar itu berubah menjadi wortel! Aku mau menjadikannya jus sehingga kalian tidak bisa lagi meributkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-6895948229520326921?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/6895948229520326921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=6895948229520326921' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6895948229520326921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6895948229520326921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/bilang-kalau-jeruk-itu-menjadi-wortel.html' title='Bilang, Kalau Jeruk Itu Menjadi Wortel!'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-8078071953902695297</id><published>2007-07-19T20:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T19:44:21.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Cinta itu Berwarna Hijau Daun</title><content type='html'>Kalau bisa diwarnai, cinta pertama itu sewarna hijau daun. Segar beroma kulit kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita tentang sebuah taman asri nan sejuk. Dinaungi pepohonan rindang yang ukuran batangnya bisa lebih besar dari satu pelukan orang dewasa. Luasnya sekitar dua hektar, memanjang mengikuti alur sungai. Sungai yang sebetulnya lebih tepat disebut selokan karena lebarnya tak lebih dari dua meteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi taman ini hanya sepelemparan batu dari Gedung Sate. Beberapa meter dari tempatku tinggal. Taman yang hijau merimbun ini diapit Jalan Cisangkuy dan Cilaki. Jadilah oleh orang-orang taman ini disebut Taman Cilaki. Sebutan itu terus melekat meski papan nama besar di sudut taman ini menegaskan bahwa nama taman ini adalah Taman Lansia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang, inilah cinta pertamaku di kota ini. Dari pagi hingga sore, taman ini tidak pernah sepi. Ada saja yang datang untuk berolahraga atau sekadar berjumpa dengan teman sebaya. Taman ini memang gambaran sempurna tentang ruang publik kota yang ramah. Taman yang yang berarti juga ... teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemanan itu bukan hanya milik orang muda. Bukan tanpa alasan mengapa taman ini harus menyandang nama Taman Lansia. Memang, banyak lansia yang menyambangi taman ini. Mereka pun bergerombol layaknya anak muda. Berceloteh riang, saling menyapa dan melambaikan tangan. Wajah mereka begitu gembira. Kegembiraan yang tertangkap dari betapa rutin dan rajinnya mereka datang ke taman ini. Berjalan memutari taman, berkali-kali. Entah mereka datang berapa kali dalam seminggu, yang jelas, mereka selalu ada ketika aku datang ke taman ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ada seorang kakek yang menyita perhatianku. Perlahan sekali jalannya. Kakinya menjejak gemetaran, dan tangannya mengayun lamban. Si kakek itu tidak berjalan sendirian. Di sampingnya ada lagi kakek lain yang berjalan tidak kalah perlahannya. Tapi si kakek kedua ini terlihat berupaya menyemangati si kakek pertama supaya terus melangkah. Mereka berjalan beriringan, mengobrol entah sembari melangkah. Jadilah mereka berdua, meski berjalan tertatih, semangatnya untuk berjalan mengitari taman tidak surut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka, para lansia itu kupikir juga mencintai taman ini. Sama seperti mereka mencintai teman-teman sebaya mereka, seperti mereka mencintai kehidupan mereka. Berpeluh, melatih otot-otot yang mulai menua demi menikmati hidup yang beranjak senja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lusa aku akan datang lagi.. melihat cinta para lansia yang diteduhi pepohonan hijau muda ... dan menghirup aroma cinta hijau muda yang ditebarkan oleh wangi lembab kulit kayu. Kupikir aku pun bisa mencitai hidup ini seperti para lansia itu..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-8078071953902695297?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/8078071953902695297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=8078071953902695297' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8078071953902695297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8078071953902695297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/07/cinta-itu-berwarna-hijau-daun.html' title='Cinta itu Berwarna Hijau Daun'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5231411196513562957</id><published>2007-07-12T20:03:00.000+07:00</published><updated>2007-07-12T21:40:31.956+07:00</updated><title type='text'>Warna Warni</title><content type='html'>Aku punya hari yang berwarna-warni. Kadang merah, ungu, atau abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku paling suka warna jingga, yang sedikit oranye, sedikit kuning. Perpaduan warna yang pas. Warna hariku jingga ketika hatiku sedikit ceria dalam balutan romantisme. Sama seperti menatap langit senja, warna langit itu akan meleleh dan memenuhi hatiku. Jadilah aku merasa bahwa hari itu berwarna jingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga warna hariku menjadi merah seperti lidah api yang menjilati udara. Tumpukan kerjaan yang ditingkahi oleh ocehan gak penting dari ujung meja sebelah sana bisa membuat hariku menjadi merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariku pun bisa coklat, sewarna sekeping cokelat tobleron. Tapi sebetulnya aku tidak terlalu suka warna itu. Membingungkan. Penuh keragu-raguan. Aku tidak bisa memutuskan apakah warna itu membuat hatiku hangat seperti segelas susu cokelat ataukah justru meranggas seperti pohon Jati kering di musim kemarau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariku pun terkadang juga hitam. Terlalu hitam sehingga aku pun tidak bisa merabai hatiku sendiri. Dan kadang kala aku sengaja mewarnai hariku itu dengan warna hitam supaya aku tidak perlu susah payah mengenali lagi sekelilingku. Warna hitam juga identik dengan kamar gelap yang akan mengantarkanku tidur. Tidur untuk sejenak melupakan hariku yang murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada yang membuat hariku lebih berwarna warni. Ya, aku merasa sangat kaya warna ketika mengingat senyum ibunda yang lembut dan canda sahabat yang hangat. Semua itu menghadiahiku spektrum warna yang tidak terbatas... Hingga kupikir aku perlu lebih banyak kosakata untuk menyebut warna-warna itu menjadi lebih spesifik, tidak sekadar mejikuhibiniu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan atas warna-warni yang sudah Kau ciptakan untukku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07/07/07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5231411196513562957?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5231411196513562957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5231411196513562957' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5231411196513562957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5231411196513562957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/07/warna-warni.html' title='Warna Warni'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3476887371236408058</id><published>2007-06-20T23:01:00.000+07:00</published><updated>2007-06-21T11:17:29.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Melompat</title><content type='html'>Masih ingat gimana semangatnya balapan lompat katak waktu kanak dulu? Atau, gimana groginya lompat harimau melompati teman sendiri. Atau, gimana hebohnya lompat tali? Ya, ya, lompat-melompat sempat aku identikkan dengan tawa khas dunia anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi urusan lompat-melompat ternyata bukan cuma urusan anak-anak yang bertumbuh kembang sehat.  Lompat-melompat bisa jadi membahayakan. Ini bukan tentang resiko cedera tulang karena melompat-lompat. Tapi ini tentang ambisi beresiko untuk melompat sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lompat-melompat yang penuh resiko ini ada di Semenanjung Muria, sebuah tanah menjorok ke luat di ujung utara Jepara sana. Di wilayah ini sedang digagas satu lompatan besar yang bertajuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejabat daerah bilang, sudah saatnya kita punya satu lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain. Jaman memang sudah sampai pada babak perang nuklir. Nuklir dipakai untuk membangkitkan listrik sampai membangkitkan perang. Negara berkembang berlomba-lomba membangun reaktor nuklir supaya bisa dianggap sejajar dengan negara adikuasa. Pendeknya, PLTN seolah menjadi satu-satunya kesempatan untuk melompat, membuat bangsa kita mendadak berdaya dan berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, keinginan melompat itu tidak serta merta disetujui. Banyak orang takut kepleset seperti di lompatan Chernobyl 21 tahun lalu. Apalagi mengingat kebiasaan kita yang kerap teledor memelihara WC umum di terminal. Reaktor nuklir memang tidak sama dengan WC umum. Tapi bagi sebagian orang, perumpaan itu mengena. Merawat WC umum saja nggak becus bagaimana mau merawat reaktor nuklir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, PLTN terlanjur terlihat seperti lompatan besar tanpa persiapan. Berdalih memenuhi kebutuhan listrik dengan cara cepat. Alih-alih mengikuti Jepang, Korea, Perancis, atau Iran, ditambah sekelumit itung-itungan, hasilnya satu rancangan PLTN yang akan menyuplai tak sampai dua persen kebutuhan energi listrik nasional pada tahun 2025. Iya, dua persen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat satu kalimat bijak yang kira-kira bunyinya begini, satu langkah kecil untuk lompatan besar. Pertanyaannya, kapan kita memulai langkah yang kecil itu dengan sungguh-sungguh?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3476887371236408058?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3476887371236408058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3476887371236408058' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3476887371236408058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3476887371236408058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/06/melompat.html' title='Melompat'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-4434324526863128188</id><published>2007-06-18T13:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T13:53:28.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Lik Man dan Lik Min</title><content type='html'>Bukan kembar bukan pula sodara apalagi pak likku. Tapi nama mereka adalah jaminan mutu bagi sebagian pecinta malam di Yogya. Angkringan Lik Man dan Angkringan Lik Min, begitu orang Yogya menyebut angkringan milik mereka. Angkringan yang selalu ramah, yang bikin orang betah nongkrong berlama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkringan Lik Man tempatnya persis di sebelah utara gerbang utama Stasiun Tugu. Angkringan ini merupakan salah satu angkringan legendaris di kota ini. Menurut cerita yang beredar, angrkingan Lik Man ini sudah ada di tahun 1970-an. Konon, yang bikin angkringan ini terkenal adalah kopi joss, kopi pekat dengan sepotong arang di dalamnya. Nongkrong di sini, berarti harus rela duduk sembari menghirup asap knalpot kendaraan yang lewat di depanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan Lik Min. Angkringan miliknya ada di Bugisan yang kalo dari rumahku amit-amit jauhnya! Persisnya di selatan sebuah sekolah menengah seni yang aku lupa nama resminya. Beda dengan angkringan yang biasanya memakai gerobak, angkringan ini bertempat di bangunan semi permanen. Makanannya pun dipajang menarik di etalase. Satu lagi yang mencolok. Kalau di angkringan lain yang diandalkan adalah sego kucing dalam bungkus kecil-kecil seporsi ukuran perut kucing, nasi di angkringan Lik Min dijual hangat dalam majic jar. Tamu tinggal ambil dengan porsi yang dimaui. Seukuran porsi perut kuda nil juga nggak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan pengemar makanan di angkringan. Dan bukan juga pengunjung setia angkringan. Tapi aku selalu menikmati suasana di angkringan yang sesekali kunikmati bersama teman-temanku. Kami datang untuk duduk berlama-lama memperbincangkan sesuatu yang nggak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru dari yang nggak penting itulah angkringan menjadi lekat dalam ingatan. Ingatan sederhana tentang kebahagiaan sederhana. Berbagi cerita dan berbagi mimpi, apa yang lebih membahagiakan dari itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi, berlama-lama di angkringan berarti berlama-lama menikmati malam. Malam di Yogya yang selalu lebih indah ketimbang siang. Makanya kemarin ketika pulang, ajakan seorang teman untuk nongkrong di angkringan Lik Min segera kusambut hangat. Sehangat teh poci dan wedang jahe yang menemani kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-4434324526863128188?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/4434324526863128188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=4434324526863128188' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4434324526863128188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4434324526863128188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/06/lik-man-dan-lik-min.html' title='Lik Man dan Lik Min'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-4339390672156689566</id><published>2007-05-09T19:24:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T20:37:08.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Dung... Dung...Blung</title><content type='html'>Srrrt.. seertttt..&lt;br /&gt;Dung&lt;br /&gt;Tuplak... tublung... dung&lt;br /&gt;Tuplak... tublung.. dung&lt;br /&gt;Brak...kkkkkk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengaran tidak?&lt;br /&gt;Itu suara hatiku. Serupa drum usang.&lt;br /&gt;Kosong. Berkarat. Dengan lubang menganga di sana sini&lt;br /&gt;Bandung 9/5/2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-4339390672156689566?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/4339390672156689566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=4339390672156689566' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4339390672156689566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4339390672156689566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/05/dung-dungblung.html' title='Dung... Dung...Blung'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-7239404985316651342</id><published>2007-05-03T19:20:00.000+07:00</published><updated>2007-05-03T19:31:07.911+07:00</updated><title type='text'>The Miraculous Journey</title><content type='html'>Ah..., kisah itu berakhir sudah&lt;br /&gt;Pedih namun tidak kehilangan harapan yang indah&lt;br /&gt;"I have been loved," &lt;a href="http://www.edwardtulane.com/"&gt;Edward Tulane &lt;/a&gt;told the stars.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-7239404985316651342?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/7239404985316651342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=7239404985316651342' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7239404985316651342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7239404985316651342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/05/miraculous-journey.html' title='The Miraculous Journey'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-8709634853758014495</id><published>2007-04-17T20:44:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T21:12:03.781+07:00</updated><title type='text'>Pantai dengan Senja Abu-abu</title><content type='html'>Tiga malam ini tidurku tidaklah nyenyak. Sepertinya detik jam weker di kamarku menjadi terlalu keras. Berdetak-detak memenuhi kepalaku. Malam yang biasanya hening pun menjadi gaduh. Bolak-balik kupicingkan mata namun selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku justru mengukur langit-langit. Sementara pikiranku melayang ke langit betulan di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan yang asing terhampar di sekelilingku. Meja, televisi, kursi, dan lemari di kamarku lenyap. Bahkan sapu lidi yang kugantung di atas cermin pun sudah tidak lagi di tempatnya. Tiba-tiba aku sudah di dermaga pantai yang entah. Menghadap cakrawala yang melengkung lengkap dengan matahari yang tergantung malas di atasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat kunikmati keherananku, kulihat puluhan burung dengan sayap terentang di langit, rumpun nyiur menaungi pasir, kapal berlayar terkembang di laut, dan buih menggumpal di pucuk-pucuk ombak. Tetapi semuanya tidak bergerak. Seolah diam dalam tapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, kumasukkan kakiku ke air. Tidak kurasakan apapun meski kakiku kugerak-gerakkan. Bahkan, air pun bergeming tanpa riak. Kucelupkan tanganku dan kukulum ujung telunjukku. Pun tak kurasai garam di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kusadari semuanya bak patung lilin yang indah namun mati. Tiba-tiba di sudut mataku kulihat ada yang bergerak. Sekelebat bayangan lebar yang menutupi langit. Bergerak perlahan seperti ibu yang sedang menyelimuti bayinya yang terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu perlahan hingga terlambat kusadari itu bukan bayangan. Pantai sudah menghitam. Tak lagi berwarna jingga tetapi menjadi gradasi abu-abu. Mulai dari langit yang berwarna paling terang hingga laut yang berwarna paling gelap. Begitu gelap, hingga matahari yang telah serupa bundaran hitam nyaris tenggelam ditelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun berteriak, ”Ini cuma mimpi! Ini cuma mimpi!” Tapi tampaknya hanya aku yang bisa mendengarnya ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-8709634853758014495?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/8709634853758014495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=8709634853758014495' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8709634853758014495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8709634853758014495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/04/pantai-dengan-senja-abu-abu.html' title='Pantai dengan Senja Abu-abu'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5678238945261424508</id><published>2007-04-06T17:31:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T17:34:14.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Pertanyaan Kita</title><content type='html'>Mungkin kita berdua bertanya&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan kita&lt;br /&gt;Tak semua orang di dunia&lt;br /&gt;Dengan kebahagiaan penuh seperti kita&lt;br /&gt;Tertawa bersama&lt;br /&gt;Berbalut keceriaan pagi bersenyum matahari&lt;br /&gt;Berbagi senja berdua&lt;br /&gt;Menyambut lembut malam yang menghadirkan bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak malam itu&lt;br /&gt;Kita terdiam&lt;br /&gt;Menangisi hari celaka&lt;br /&gt;Yang melemparkan kita dalam keputusasaan&lt;br /&gt;Kamu di ujung cakrawala sana&lt;br /&gt;Menggenggam obsesi hidup yang menyala&lt;br /&gt;Sementara aku di tengah pusaran kata&lt;br /&gt;Yang kadang kehilangan makna&lt;br /&gt;Bersama waktu yang berdetak menggilas&lt;br /&gt;Bersama sendu yang memutar lagu lama tentang kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku menunggumu&lt;br /&gt;Ya, menunggumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 6/4/2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5678238945261424508?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5678238945261424508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5678238945261424508' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5678238945261424508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5678238945261424508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/04/pertanyaan-kita.html' title='Pertanyaan Kita'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3328386647823220883</id><published>2007-03-22T20:38:00.000+07:00</published><updated>2007-03-23T21:10:46.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Nasi Goreng Cinta ala Aki</title><content type='html'>&lt;p&gt;Makan nasi goreng dan merasai cinta. Ini bukan slogan sebuah restoran bintang lima yang romantis, tapi cukup dengan berdiri di pertigaan dekat kosku jam setengah sebelas malam. Aki dan gerobagnya yang besar biasanya lewat. Di situlah kita bisa makan dan merasai cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang memanggilnya Aki. Entah karena untuk mengakrabkan diri ataukah memang karena lelaki itu sudah pantas menyandang sebutan Aki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Aki berjalan tak lagi tegak. Sedikit terseok dengan kaki kanan yang agak diseret. Telinganya pun tidak lagi tajam. Orang harus mengulangi sedikitnya tiga kali ucapan dengan volume suara sedang. Dan bila diperhatikan, pipinya agak mengempis karena beberapa gigi penyangga di balik itu sepertinya sudah tanggal. Pendeknya, pembawaan si Aki tidak bisa menyembunyikan usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, Aki terlihat belum terlalu renta untuk menembus malam Bandung yang lembab dan dingin. Meski pelan, ia tekun mendorong gerobagnya menyusuri gang demi gang. Sejak jam lima sore, ia sudah mengukur jalan mulai dari Kiaracondong sampai seputaran kosku. Lokasinya kalau dibandingkan itu seperti dari Jalan Wates kilometer lima sampai ke Alun-alun Yogya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gerobagnya itu tersimpan bumbu dan bahan-bahan racikan untuk nasi goreng, mie rebus, dan mie goreng. Tapi tampaknya, dari selera konsumen para tetangga kosku, Aki adalah spesialis pembuat nasi goreng. Nasi gorengnya sederhana, dengan ayam sedikit, dan olahan bumbu bawang merica yang tajam beraroma menggoda ala kaki lima. Taburan bawang goreng dan irisan cabe di atasnya bikin lidah kangen. Belum lagi aroma asap dari tungku hangat si Aki, bikin nasi gorengnya terasa lebih menggugah rasa daripada nasi goreng ala restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah. Aki, gerobag sebesar tiga kali badannya, nasi goreng sedap, yang larut di dinginnya malam. Dalam benakku, itu bukan kata yang selaras. Menimbulkan pertanyaan dan memunculkan dugaan. Akhirnya kutanyai Aki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan itu sudah dilakoninya sejak tahun 1950, sejak pertama kali dia pindah ke Bandung. Aki ternyata orang Jawa dari Semarang. (Alasan kepindahannya ke Bandung aku belum sempat tanya). Kini, Aki yang beranak lima itu sudah punya buyut lima. Dan jalan hidupnya masih tetap bergulir mengikuti roda gerobag nasi gorengnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kutanya mengapa ia masih mau berjualan nasi goreng malam-malam padahal ia sudah tua dan bahkan anak-anaknya telah dewasa, jawabannya sungguh di luar perkiraanku. Tidak ada bumbu kemiskinan, tidak ada bumbu keterpaksaan di situ. Pendek, jawaban si Aki. ”Ini tanggung jawab Aki neng, buat istri saya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita tunggu Aki nanti malam. Makan nasi goreng dan merasai cinta Aki untuk Nini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3328386647823220883?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3328386647823220883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3328386647823220883' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3328386647823220883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3328386647823220883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/03/nasi-goreng-cinta-ala-aki.html' title='Nasi Goreng Cinta ala Aki'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-6162293495870228506</id><published>2007-03-14T20:30:00.001+07:00</published><updated>2007-03-14T20:39:32.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Mister Sister Master Angka</title><content type='html'>Seekor burung besi Garuda jenis Boeing 737 terpuruk di kebun kacang. Badannya terbakar dan 21 orang tewas terpanggang. Kejadiannya tanggal 7/3 (7 Maret 2007). Dua minggu sebelumnya, 22/2 (22 Februari 2007), Kapal Levina I terbakar. Mundur lagi beberapa minggu, pesawat Adam terbawa hawa dan lenyap. Kejadiannya tanggal 1/1 (1 Januari 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu &lt;em&gt;otak atik gathuk&lt;/em&gt; yang entah pencetusnya, tanggal kejadian musibah beruntun itu terpola. Ada yang tanggalnya sama dengan jenis pesawatnya. Sementara lainnya berpola angka kembar antara tanggal dan bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pertama kalinya para ahli &lt;em&gt;otak atik gathuk&lt;/em&gt; beraksi. Analisis &lt;em&gt;waton gathuk&lt;/em&gt; pernah diluncurkan beberapa tahun lalu ketika teror gencar ditebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat kejadian ambruknya menara World Trade Center lantaran ditubruk pesawat komersil? Iya, yang seperti adegan film Holiwood itu. Kejadiannya tanggal 11/9 (11 September 2001). Adegan itu pun dianggap ada sekuelnya yakni Bom Bali I yang terjadi 12/10 (12 Oktober 2002). Dua tangal kejadian itu dihubung-hubungkan, menjadi serial, sambung menyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bukan misteri angka yang menarik diperbincangkan. Lebih menarik, siapa pencetus dan penyebar informasi alias si mister ato sister master angka itu. Begitu mengena, sampai nggak sedikit orang yang ikutan membahas, ”kebetulan kecil atau keisengan besar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih memilih yang kedua. Kupikir, betapa pencetus otak atik angka biar &lt;em&gt;gathuk&lt;/em&gt; itu perlu kejelian. Punya kepekaan terhadap angka. Mereka menikmati angka hingga memandangi, merenungi, memimpikan, memikirkan, hingga mencetuskan bahwa suatu angka itu menarik diulik. Kepekaan itulah yang aku tidak punya karena aku bermasalah dengan angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri orang yang bermasalah dengan angka melekat padaku, mulai dari kesulitan menghafal nomor telepon, mengingat nomor alamat, menghitung angka di kolom-kolom excel, sampai harus memeras otak cukup keras untuk melekatkan nomor pin telepon atau rekening di otakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tunggu dulu. Angka di sini tentu saja tidak sama dengan uang. Alasannya, meski uang itu merupakan lembaran kertas yang berangka, terlekat nilai tukar di situ. Itu sebabnya aku tidak kesulitan mengingat jumlah uang di dompetku dan tepat memperkirakan apa yang bisa kudapat dengan menukarkan uang itu. Lain cerita bila aku harus mengingat berapa nominal di buku kas yang aku buat. (Makanya aku tidak berprofesi sebagai akuntan atau teller bank :-P)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-6162293495870228506?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/6162293495870228506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=6162293495870228506' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6162293495870228506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6162293495870228506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/03/misteri-angka_14.html' title='Mister Sister Master Angka'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-2120189578995426092</id><published>2007-03-01T21:10:00.000+07:00</published><updated>2007-03-04T20:37:07.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehat'/><title type='text'>Si Bungsu yang Merepotkan</title><content type='html'>Stereotipe si bungsu belum bergeser. Suka bertingkah dan mencari perhatian. Gak mau mengalah karena punya standar sendiri. Pendeknya, merepotkan. Contohnya si bungsu yang ada empat ini. Semuanya bikin repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempatnya adalah gigi bungsuku. Gigi bungsu ini memang gigi yang paling akhir tumbuhnya. Biasanya mulai merobek gusi ketika si empunya gusi berumur 18 – 20 tahun. Ada yang malu-mau, muncul sedikit demi sedikit tapi bikin sakit. Ada juga yang begitu percaya diri mengetuk-ngetuk gusi dan menerabas begitu saja. Sakit yang ditimbulkan tetap sama, tapi tidak berlama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon gigi bungsu ini dipertanyakan fungsinya di gigi manusia modern. Mereka jadi tersisih karena evolusi. Banyak ahli berpendapat bahwa perubahan jenis makanan pada manusia modern dari semula mentah dan liat menjadi dimasak sehingga lebih lunak membuatnya tidak lagi berfungsi seperti dulu. Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sepertinya inilah yang mengispirasi Bung Meggy Z buat menyinggung masalah gigi. Intinya Cuma satu. Sakit! Karena urusan gigi berarti menyangkut urusan hati. Sakit gigi bisa bikin orang uring-uringan, bad mood dan beringas apa saja mau dilibas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, sebelum aku merasakan sakit, aku pergi ke dokter gigi. Aku ceritakan duduk masalahnya pada bu dokter, bahwa aku punya dua lubang di gigi bungsu kanan kiri di gusi bawah. Ternyata setelah diperiksa, bu dokter yang cantik itu bilang bahwa lubangnya tidak cuma pada si bungsu bawah, tapi ada dua lagi pada si bungsu atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para bungsu inilah yang sekarang merongrongku. Baru sekitar empat tahun menjalankan tugas kok sudah bolong. Padahal, setiap malam sebelum tidur mereka selalu aku gosok sesuai anjuran dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dua di bawah sudah dibungkam. Dan dua lainnya di atas akan kubungkam juga ketika aku punya waktu dan energi cukup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-2120189578995426092?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/2120189578995426092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=2120189578995426092' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/2120189578995426092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/2120189578995426092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/03/si-bungsu-yang-merepotkan.html' title='Si Bungsu yang Merepotkan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-4986201135784825834</id><published>2007-02-26T20:01:00.000+07:00</published><updated>2007-02-28T19:13:40.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Sabar di Kios Foto Copy</title><content type='html'>Kalau orang ada orang yang bisa sabar di tengah hiruk pikuk kota besar, salah satunya pasti abang tukang &lt;em&gt;fotocopy&lt;/em&gt; langgananku. Kesabarannya melayani pelanggan sepertiku sungguh mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusapa dia dengan sebutan "abang" karena aku tahu dia bukan orang Sunda apalagi orang Jawa. Logat dan beberapa kata yang diucapkannya menunjukkan daerah asalnya, Padang. Dan dugaanku makin kuat karena di sebelah foto kopi itu ada warung makan Padang. Dari beberapa kali kunjunganku, si abang tukang &lt;em&gt;fotocopy&lt;/em&gt; ini sering terlihat dalam pembicaraan hangat dengan si empunya warung. Kesimpulanku, mereka berkerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiosnya yang selalu ramai, mulai dengan berisiknya anak-anak berseragam putih abu-abu sampai kecerewetan orang-orang yang pekerjaannya tidak bisa diidentifikasi dari bajunya. Aku contohnya, selalu punya segudang permintaan yang kusimpan dalam tas kumalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, &lt;em&gt;copy&lt;/em&gt;-kan ini ya, sekali. (buku) Asilnya aku ambil dua jam lagi!" atau&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Copy-&lt;/em&gt;in yang ini sekali. Yang sepuluh buku lainnya gak usah di-&lt;em&gt;copy&lt;/em&gt;, dijilid aja pakai mika!" Sering juga, "Tiga buku copy-kan ya! Jilid &lt;em&gt;soft cover&lt;/em&gt;, besok jadi ya!"&lt;br /&gt;Dan bla, bla, bla lainnya. Semua bernada memerintah. Sering kali tanpa ucapan "tolong" dan "terima kasih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia tetap terlihat tenang. Parasnya yang putih membuat wajahnya selalu tampak selalu segar meski tanpa seutas senyum pun. Rambutnya klimis tersisir rapi. Kupikir itu karena pengaruh minyak yang membuat rambutnya selalu terkesan basah. Tanpa ekspresi, dia hanya akan bilang "Ndak bisa, jadinya dua hari lagi!" atau tanpa berkata apa pun dia mengangguk ketika permintaan pelanggan bisa disanggupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, konsumennya pun adem. Seperti anak balita yang sudah dijanjikan penganan enak oleh ibunya. Semula gelisah kemudian tenang. Cesss... seperti kompor panas kena tetesan air dari pantat panci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya si abang dan kosumen sudah saling bisa menerima pesan. Komunikasi yang sangkil dan mangkus. Kalau Hermawan Kertajaya melihat si abang, kira-kira layak juga abang disebut &lt;em&gt;marketer&lt;/em&gt; yang baik. Tanpa perlu ucapan "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tapi kios si abang tetap ramai. Dan meski beberapa di antara konsumen cerewet banyak permintaan dan banyak keluhan, tetap saja mereka datang dan datang lagi. Tulisan &lt;em&gt;Family&lt;/em&gt; yang dipasang besar-besar di lisplang kiosnya sepertinya sudah jadi jaminan mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia tidak perlu buku-buku &lt;em&gt;how to, &lt;/em&gt;kiat sukses berbisnis, atau apalah itu yang berderet-deret di rak toko buku. Dia di belakang mesin &lt;em&gt;fotocopy-&lt;/em&gt;nya sepertinya punya kiat sendiri. Tak peduli bunyi mesinnya berdecit-decit monoton itu. Sabar.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang sama berulang kali berhari-hari tidak mengubah gurat wajahnya. Permintaan-permintan yang membombardir tidak mengubah intonasi suaranya. &lt;em&gt;Dead line&lt;/em&gt; pelanggan yang serba terburu-buru dan memburu tidak membuatnya terganggu. Sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sabar tumbuh subur di kios &lt;em&gt;fotocopy &lt;/em&gt;si abang. Aku sedang coba menanam satu bijinya di kamarku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-4986201135784825834?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/4986201135784825834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=4986201135784825834' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4986201135784825834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4986201135784825834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/sabar-di-kios-foto-copy.html' title='Sabar di Kios Foto Copy'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-945198495181156657</id><published>2007-02-21T16:16:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T16:33:57.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernik'/><title type='text'>Karcis Parkir</title><content type='html'>Karcis parkir motornya tak juga ia temukan. Sudah sekitar lima belas menit lamanya Arin berdiri di depan pintu toko buku itu. Tangannya sibuk merogohi saku celananya. Berganti-ganti, dari saku yang depan ke saku belakang, lalu dari saku belakang kembali ke saku depan. Karcis itu belum juga ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arin mulai kesal. Wajahnya berkerut-kerut dan alis matanya bertaut. Mulutnya pun berkomat kamit merapal gumaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan! Sialan! Sialan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan pun datang. Tampias air hujan di emperan toko memerciki wajahnya kini terlihat lelah. Arin menghela nafas, ia lemparkan pandangan matanya ke langit. Dipejamkannya matanya sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ini bukan kali pertama ia teledor. Ia pernah kehilangan karcis parkirnya di toko buku itu juga. Waktu itu pun hujan. Ia sampai bertengkar dengan mbak penjaga loket yang mendendanya lima belas ribu karena kecerobohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahal amat?!” umpatnya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya mau membayar sepuluh ribu saja. Pertengkaran itu pun berakhir ketika motor-motor di belakang Arin mulai membunyikan klakson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oiii, lama amat siih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mbak penjaga loket pun mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arin kembali mengingat-ingat di mana ia selipkan karcis parkir sialan itu. Kesal hatinya karena kembali mengulang kesalahan yang sama di tempat yang sama pula. Ia pun membuka tasnya. Diperiksanya saku kecil di bagian depan. Dikeluarkannya dua buah buku agenda dari saku itu supaya tangannya lebih leluasa mengaduk-aduk saku itu. Nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arin kembali menghela nafas. Ia tahu, seperti yang sudah pernah dialaminya, karcis itu tidak akan pernah ia temukan. Arin berhenti mencari karcis sialan itu. Ia pun mengeluarkan dompet dan mengambil selembar sepuluh ribuan. Diselipkannya uang itu di saku celananya. Kini ia menunggu hujan sedikit reda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-945198495181156657?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/945198495181156657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=945198495181156657' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/945198495181156657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/945198495181156657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/karcis-parkir.html' title='Karcis Parkir'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-1091451974027758850</id><published>2007-02-16T19:36:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:50:23.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Just The Way You Are</title><content type='html'>Ringan tapi ceria&lt;br /&gt;Sederhana namun penuh harapan&lt;br /&gt;Semoga selalu mewarnai cerita di kemudian hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita warnai senja dengan warna yang kita suka&lt;br /&gt;Merah hijau atau mungkin abu-abu&lt;br /&gt;Tidak apalah, itu warna kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I want you just the way you are ....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mari bernyanyi bersamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16/02/2007&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't go changing, to try and please me &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You never let me down before &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't imagine you're too familiar &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And I don't see you anymore &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I wouldn't leave you in times of trouble &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;We never could have come this far &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I took the good times, I'll take the bad times &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I'll take you just the way you are &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't go trying some new fashion &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't change the color of your hair &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You always have my unspoken passion &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Although I might not seem to care&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I don't want clever conversation &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I never want to work that hard &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I just want someone that I can talk to &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I want you just the way you are. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I need to know that you will always be &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The same old someone that I knew &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;What will it take 'till you believe in me &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The way that I believe in you.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I said I love you, and that's forever &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And this I promise from the heart &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I could not love you any better &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I love you just the way you are. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Billy Joel)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-1091451974027758850?l=obrolansenja.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/1091451974027758850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=1091451974027758850' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1091451974027758850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1091451974027758850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/just-way-you-are.html' title='Just The Way You Are'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08253843747919568967'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>7</thr:total></entry></feed>