Saturday, October 20, 2007
Kartu Mang Ocoy
Aku bertemu dengannya di sepenggal ruas jalan Asia Afrika. Mang Ocoy, demikian ia memperkenalkan dirinya meski ia sebenarnya bernama Asep. Ah, ya kupikir ia memang lebih suka dipanggil Mang Ocoy karena sudah terlalu banyak Asep di Bandung.
Awalnya, aku heran mengapa ia menyebut dirinya mang. Kupikir, sebutan itu hanya cocok untuk lelaki setengah baya. Kemeja kotak-kotak warna krem lengan panjang yang digulung selengan dan celana warna senada membuatnya tak cocok dipanggil mang. Sepatunya pun boot semata kaki, mirip seperti punya seorang teman yang gemar naik gunung. Ia memakai topi ala pak Tino Sidin yang membuatnya makin tampak seperti pelukis jalanan. Kutaksir usianya baru sekitar 35 tahun.
Namun aku salah. Makin lama aku mengobrol dengannya kerut merut di wajahnya pun ikut bicara. Pun makin jelas pula tanda-tanda penuaan yang mampir di kepalanya itu. Di balik topi baretnya, rambutnya yang ikal sudah beruban. Ya, dia sudah pantas disebut mang. Anaknya pun sudah dua, si sulung pun sudah menginjak remaja. Ia pun mengaku sudah berusia 50-an tahun.
Tak hanya tampak seperti seniman, Mang Ocoy memang seniman. Di depan sebuah toko, ia menggantung beberapa lukisan dan sketsa. Macam-macam lukisannya, mulai dari lukisan pemandangan gunung, sawah, laut, pohon kelapa lengkap dengan gubug bambu dan matahari, hingga lukisan wajah artis kesohor seperti Nike Ardila. Selain itu, ia juga membuat kartu ucapan segala macam: Lebaran, ulang tahun, atau cinta. Tinggal bilang apa yang diingini. Namun, bila pemesan tak punya kata ucapan, ia punya setumpuk contoh. Seluruhnya menggunakan kata-kata bersayap berbunga-bunga. Ia akan mengukir kata-kata itu di atas selembar kertas foto. Dengan tangan terampilnya, kertas foto itu diubah menjadi kartu ucapan lengkap dengan hiasan pemandangan yang lagi-lagi ada gunung, pohon kelapa, gubug, dan matahari.
Pagi itu, tanpa terduga, aku mendapatkan satu darinya. Bersampul putih dan tertempel perangko di sudutnya.
Majulah kedepan.. capailah bintang sejatimu
Raihlah semua cita dan citra
Aku yang jauh kan ikut mendo'akan agar
kamu sukses, bahagia, dan tidakkan melupakanku, ok!
Selamat Idul Fitri 1428 H
Mohon Maaf lahir dan bathin
Ya, Mang, terima kasih.
Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin!
Awalnya, aku heran mengapa ia menyebut dirinya mang. Kupikir, sebutan itu hanya cocok untuk lelaki setengah baya. Kemeja kotak-kotak warna krem lengan panjang yang digulung selengan dan celana warna senada membuatnya tak cocok dipanggil mang. Sepatunya pun boot semata kaki, mirip seperti punya seorang teman yang gemar naik gunung. Ia memakai topi ala pak Tino Sidin yang membuatnya makin tampak seperti pelukis jalanan. Kutaksir usianya baru sekitar 35 tahun.
Namun aku salah. Makin lama aku mengobrol dengannya kerut merut di wajahnya pun ikut bicara. Pun makin jelas pula tanda-tanda penuaan yang mampir di kepalanya itu. Di balik topi baretnya, rambutnya yang ikal sudah beruban. Ya, dia sudah pantas disebut mang. Anaknya pun sudah dua, si sulung pun sudah menginjak remaja. Ia pun mengaku sudah berusia 50-an tahun.
Tak hanya tampak seperti seniman, Mang Ocoy memang seniman. Di depan sebuah toko, ia menggantung beberapa lukisan dan sketsa. Macam-macam lukisannya, mulai dari lukisan pemandangan gunung, sawah, laut, pohon kelapa lengkap dengan gubug bambu dan matahari, hingga lukisan wajah artis kesohor seperti Nike Ardila. Selain itu, ia juga membuat kartu ucapan segala macam: Lebaran, ulang tahun, atau cinta. Tinggal bilang apa yang diingini. Namun, bila pemesan tak punya kata ucapan, ia punya setumpuk contoh. Seluruhnya menggunakan kata-kata bersayap berbunga-bunga. Ia akan mengukir kata-kata itu di atas selembar kertas foto. Dengan tangan terampilnya, kertas foto itu diubah menjadi kartu ucapan lengkap dengan hiasan pemandangan yang lagi-lagi ada gunung, pohon kelapa, gubug, dan matahari.
Pagi itu, tanpa terduga, aku mendapatkan satu darinya. Bersampul putih dan tertempel perangko di sudutnya.
Majulah kedepan.. capailah bintang sejatimu
Raihlah semua cita dan citra
Aku yang jauh kan ikut mendo'akan agar
kamu sukses, bahagia, dan tidakkan melupakanku, ok!
Selamat Idul Fitri 1428 H
Mohon Maaf lahir dan bathin
Ya, Mang, terima kasih.
Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin!
Labels: Celoteh
Comments:
<< Home
kartu ucapan yang unik. jarang-jarang ada di pasaran justru membuatnya unik...
pernah ngeliput mang ocoy ya?
pernah ngeliput mang ocoy ya?
Met lebaran Mang Ocoy, tolong bikin ucapan selamat buat tetangga sebelah, gambar pemandangan pantai aja yang ada sunsetnya.... :)
@semua: met lebaran juga..
@munggur: gak cuma kartunya, orangnya juga unik. thx yak kartunya
@majalah pusara: sepertinya kali ini aku yang ngefans kok
@munggur: gak cuma kartunya, orangnya juga unik. thx yak kartunya
@majalah pusara: sepertinya kali ini aku yang ngefans kok
Kayaknya dulu aku juga pernah ngobrol ama Mang Ocoy. Entah benar atau salah, tapi deskripsimu mirip dengan "citra" Mang Ocoy yang aku temui.
Halah apaan ini?
Orangnya semangat 45 n berapi unggun bukan?
Kalau ya, berarti aku benar!
Halah apaan ini?
Orangnya semangat 45 n berapi unggun bukan?
Kalau ya, berarti aku benar!
jadi kangen ma tradisi kirim kartu lebaran nihhh..udah lama gak ngirim n nerima kartu2 lagi :( lebaran tahun depan aku dikirimin ya Ndah? yaaaa????!!
ah..mang ocoy si tinggi semampai,..!!!lukisannya kurang laku.indonesia mah tidak cocok jadi pasarnya hasil karya para seniman..miskin segalanya....buat makan aja susah apalagi beli lukisan.paling banter beli bodongan...lukisan sayur.......(KIWAY)
Mang Ocoy.., saya salut sama dia, hanya dengan melukis dan bikin kartu yang sekarang sangat langka order tapi bisa menghidupi anak istrinya, Semoga Alloh memberikan rizki yang berkah dan berlimpah Mang Ocoy.... Jalan terus !!! jangan menyerah, semoga sukses lah.....
Post a Comment
<< Home

