Monday, September 03, 2007

 

Suatu Siang di Gedung Sialan

Memasuki pelataran parkir gedung di sudut Jalan Japati. Perasaanku sudah tidak tenang. Sepotong masa lalu sekilas lewat.

Aku parkir motorku tepat di bawah pohon beringin rindang. Parkiran motor yang penuh itu membuat aku dan motorku harus berdesak-desakan. Tapi sesungguhnya emosiku yang saat itu terdesak. Segumpal memori melesak menggedor jantung dan paru-paruku.

Aku harus menghadapinya... Jantungku mendetakkan irama teratur: nal nal nal.. jangan emosional!

Aku menjejakkan kaki di teras gedung. Pintu kaca yang diprogram otomatis sontak terbuka. Jantungku masih sama mendetakkan irama teratur: nal nal nal ... jadilah profesional!

Kurasakan wajahku memanas. Aku tahu tidak akan menemukan wajah lelaki itu di gedung itu. Tentu saja, karena tempatnya memang bukan di situ. Tapi gedung sialan itu mengingatkanku pada impian dan harapannya.

Yang kutemui siang tadi adalah seorang front officer merangkap operator telepon yang duduk dengan malas. Tanpa senyum dia menyapaku. Dari punggungnya yang selalu bersandar di kursi empuknya itu, dan kepala yang sedikit doyong dari badannya, aku tahu, dia malas menerimaku. Aku pun memasang tampang tak kalah malas. Tak ada basa-basi. Tak ada kata permisi. Aku ingin bergegas pergi.

Sampai di parkiran aku cuma bisa mengutuki diriku. Baru beberapa bulan, dan rasa itu masihlah bercokol di dadaku. Hunjaman pisau itu terlalu dalam. Meski sudah tercabut, bekas pisau menanggalkan luka yang masih basah. Saat itu juga aku berdoa semoga luka itu tidak menjadi borok di tubuhku!

"Sini kubantu keluarkan motor, kamu tampak bingung!" Lelaki yang sedari tadi ada di sampingku bersuara semilir angin. Dengan sigap, ia mengambil alih motorku, mengeluarkannya dari impitan motor-motor di parkiran gedung sialan itu. Tanpa sengaja dia menyentuh punggung tanganku dan seketika memori masa lalu buyar. Ah, dunia kiranya masih sudi berputar...

Labels:


Comments:
siapa gerangan laki-laki di tempat parkir itu, Ndah? cakep? kecengin aja Ndah....hahahaa..
 
Gedung sialan, memori yang menghujam tajam dan lelaki di parkiran...

hmm hubungannya apa?

Udah cari minuman dingin atau eskrim, biar hati tak memanas, melelehkan akal sehat...

Baru tahu ternyata Surya pun bisa terhanyut oleh masa lalu...

Gimana pun surya juga manusia... Gitu kan?
 
@nanik: ixixixi... jadi maluuu
@munggur: Bukankah masa lalu itu benar selalu aktual?
 
Gedung itu punya BUMN atau BUMD...??? Lelaki itu karyawan BUMN atau BUMD...??? Ingat masa lalu lho..... Hahahaha.........
 
jadi penasaran...
 
Semoga gedung itu bukan LAwang Sewu ya?
 
wah...ternyata I'm not alone...
aku juga suka gitu tuh, ndah...menghubungkan sebuah tempat atau sesuatu dengan sebuah memori, dan akhirnya jadi bete sendiri hehehe...

tapi skrg aku memilih tersenyum tiap kali merasa seperti itu...
mgk karena aku sudah merelakannya...hikshiks...(lhoh tapi kok masih melo;p)
 
indah... gimana kelanjutannya?? sama mas2 yang bantuin ngeluarin motot ntu?? pasti coo cuiitttt.. manizz bangethh.. luka itu akan sembuh ndah!! yakinlah!! caiyooo
 
Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

adopt your own virtual pet!
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from suryasenja. Make your own badge here.