Tuesday, June 27, 2006

 

Kupu-kupu Kaku dalam Kotak Marun

Sepasang kupu-kupu kaku
Dan kaos kaki sewarna pelangi
Dalam kotak marun segi delapan
Apa yang kamu pikirkan kekasihku?
Kupu-kupu itu akan tersangkut di rambutku
Yogyakarta, 25/06/06

Labels:


Tuesday, June 20, 2006

 

"Eh, namamu siapa ya?"

Hari itu adalah hari yang panas. Padahal belum siang betul. Baru jam 10. Dengan menggerutu aku lintasi juga halaman kampus teknik terbesar di Indonesia itu. Bukan jarak yang bikin aku kesal, tapi lebih karena ketidaktahuanku. Aku mencari laboratorium lingkungan. Dan saking besarnya kampus itu, setelah beberapa kali bertanya aku baru menemukan fakultas tempat laboratorium itu berada.

Mungkin aku bertanya pada orang yang salah. Tapi kemungkinan besar akunya yang gak bisa mengingat apa yang orang itu katakan. "O di sana, di belakang gedung ini!" kata orang pertama. Kupikir betapa celakanya aku karena aku sama sekali tidak tahu mana sisi belakang dan mana sisi depan gedung megah yang berdiri di depanku itu. Dan tambah celaka lagi, di blok tempat aku berdiri ada sejumlah gedung yang sama besar dan megahnya. Jadi sebenernya aku tidak terlalu pasti pada orang yang kutanyai itu karena dia pakai keterangan tambahan, "Itu yang atapnya kelihatan dari sini." Padahal, ada tiga atap yang kulihat dari tempatku berdiri. Tapi itulah, aku sult menghafal apa yang orang katakan kalau aku tidak melihat sesuatu yang bisa jadi cantolan kata-katanya.

Akhirnya dengan mengandalkan perkiraan dan nasib baikku, aku tiba pada gedung yang aku tuju. Suatu kebetulan, aku melihat rupa orang yang kukenal di lift. Tapi aku lupa namanya. Aku colek saja bahunya dan kuberi dia senyum. Dan dia balas senyum. Nah, betul, dia temanku SMA. Waktu yang sepuluh tahun tidak mengubah apapun dari wajahnya.

Setelah dia puas memenuhi rasa ingin tahunya, mengapa bisa bertemu aku di kampus itu, aku pun bilang padanya. "Eh, namamu sapa ya? Maaf aku lupa." Ini aku katakan dengan amat sangat kikuk karena ternyata dia masih ingat namaku.

Untunglah, dia bukan orang yang mudah tersinggung. Dan dengan nada yang tetap ramah dia menyebutkan namanya. Dan nasib baik sepertinya tetap milikku ternyata dia adalah asisten dosen di laboratorium yang aku tuju. Urusanku di situ pun menjadi lebih cepat dari yang kuduga. Setelah beberapa menit kami mengobrol, aku pun pamit. Dan sebelum aku cabut, dia berjanji mengirimkan undangan untuk bergabung di milis SMA. Dan aku pun berjanji untuk segera bergabung di sana.

Temanku itu ternyata menepati janjinya. Dia sudah mengirimkan undangan itu. Dan aku pun sudah mendaftarkan diriku meski aku sampai sekarnag belum juga ikut urun rembug. Dan itu ternyata membuatnya heran. "Udah daftar kok blum nimbrung?" katanya di sms.
Itu pertanyaan sederhana tapi sulit kujawab. Aku ingin sekali bergabung di sana, ngobrol ngalor ngidul seperti di warung mie di depan sekolah, ato di warung jajanan di belakang sekolah, ato di kelas pas pelajaran antropologi.

Tapi ternyata aku betul-betul sudah lupa nama anak-anak yang ada di milis. Aku jadi serba bingung, mau bergabung nimbrung, tapi tidak tahu bagaimana cara menyapa? Aku tak lagi ingat rupa pemilik nama-nama yang tercantum di milis itu. Kupikir akan lebih mudah kalau aku menyapa dengan melihat rupa mereka, meski aku tak lagi ingat siapa namanya. Yah, seperti aku menyapa seorang teman yang kujumpai di lift siang itu. Paling tidak aku bisa bertanya, "Eh, namamu siapa ya?"

Labels:


This page is powered by Blogger. Isn't yours?

adopt your own virtual pet!
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from suryasenja. Make your own badge here.